Senin, 19 April 2010
Sopan Santun di kalangan remaja
Dewasa ini, banyak sekali remaja perempuan yang berpakaian serba minim seperti rok minim dan celana yang sangat pendek. Mereka tidak hanya memakainya di mall tetapi juga ada yang memakainya di gereja (tempat ibadah). Padahal tidak sepantasnya, di gereja mereka berpakaian seperti itu. Pakaian yang dipakai orang untuk beribadah haruslah sopan dan sesuai aturan, tidak boleh seenaknya saja seperti itu.
Contoh lainnya ialah saat seorang remaja menegur atau menyapa orang yang lebih tua dari dia. Kebanyakan remaja sekarang sering kurang ajar kepada orang yang lebih tua seperti guru dan orang tua. Di sekolah, terkadang murid tidak menyapa ataupun pura-pura tidak melihat guru jika sedang berpapasan dengannya. Di rumah, dengan orang tua jika zaman dahulu harus benar-benar tunduk dan menuruti perkataan orang tua maka di zaman sekarang ini, hal itu sudah hampir tidak berlaku. Anak itu bisa membantah jika tidak setuju dengan pendapat orang tua serta dapat memarahi orang tua-nya sendiri, bahkan bisa lebih galak daripada orang tuanya yang memarahi si anak.
Jadi, bagaimanakah agar budaya-budaya tradisional tersebut dapat tetap berkembang di dalam diri remaja putra putri Indonesia? Benarkah budaya barat sudah mengubah perilaku anak remaja Indonesia? Ada beberapa cara agar budaya ini tetap lestari di hati para remaja. Salah satu caranya ialah dengan menyaring budaya-budaya barat yang baik, dan membuang yang tidak baik dan menggabungkan nya dengan budaya tradisional timur yang kita miliki. Maka, dengan percampuran antara kedua budaya, budaya barat tetap bisa masuk Indonesia tanpa kita harus meninggalkan budaya tradisional kita. Tetapi itu sangat tergantung dari bagaimana cara masing-masing pribadi menanggapinya, jika tidak menanggapinya dengan main-main, maka budaya tradisional kita akan pudar dan lama kelamaan menghilang.
Referensi:
http://www.scribd.com/doc/24668967/Benarkah-Sopan-Santun-Remaja-Buruk
Sabtu, 17 April 2010
Pergaulan remaja di era digital: Internet dan Remaja masa kini
Zaman sekarang ini, Internet sudah merupakan salah satu bagian dari kehidupan para remaja. Remaja-remaja sekarang menggunakannya untuk berbagai macam kegiatan. Kegiatan-kegiatan tersebut pada umumnya ialah untuk bersosial network contohnya seperti bermain facebook, twitter maupun friendster. Walaupun terlihat berdampak positif, tetapi munculnya situs seperti ini juga dapat membawa pengaruh negatif bagi kehidupan seorang remaja. Jadi, apa sajakah dampak positif dan negatif dengan munculnya situs-situs seperti ini?
Di situs sosial seperti facebook tentu saja berdampak positif bagi pergaulan remaja saat kini. Di dalam situs jaringan sosial tersebut, para remaja dapat memanfaatkan situs tersebut sebagai fasilitas untuk bersosialisasi dengan teman-teman mereka baik dekat maupun jauh. Misalnya, ada teman SD yang sudah lama tidak berjumpa tetapi dengan adanya akun facebook atau friendster, kita dapat bisa tetap kontak dengan dia. Tidak hanya itu, dengan munculnya fasilitas seperti facebook, twitter dan friendster ini juga dapat memperluas pergaulan seorang remaja dengan cara berkenalan lewat jaringan sosial tersebut dengan orang yang sebelumnya tidak dikenal.
Akan tetapi facebook, twitter dan friendster juga mempunyai dampak negatif bagi pergaulan remaja saat kini. Contohnya ialah dengan munculnya kata “Cyber Bullying”. Apakah teman-teman sekalian pernah mendengarnya? Menurut Organisasi Stop Cyber Bullying, Cyber Bullying didefinisikan sebagai “kegiatan yang dilakukan oleh remaja, atau para orang muda membuli teman mereka dengan menggunakan teknologi digital”. Contoh cyber bullying ialah mengirim pesan yang bersifat menghina dan mempost komentar yang tidak sesuai etika, mengejek dan sebagainya baik melalui forum, handphone maupun sosial network. Efek dari Cyber Bullying ini dapat bermacam-macam dan yang paling fatal, sang korban dapat melakukan bunuh diri akibat stress dan dipresi yang berlebihan, seperti yang dialami oleh Megan Meier, seseorang korban cyber bullying yang pada tahun 2006 melakukan bunuh diri akibat temannya yang ia kenal melalui situs jaringan sosial, Josh Evans mengiriminya dengan email yang isinya ancaman.
Jadi,kita harus berhati-hati dalam menggunakan situs jaringan sosial. Di satu sisi, situs-situs tersebut merupakan sesuatu yang dapat membantu kita untuk keep in touch dengan teman-teman dan juga berkenalan dengan teman baru, tetapi di sisi lain situs ini bisa menjadi ancaman bagi kita. Untuk menghindari hal negatif itu, remaja harus berhati-hati misalnya jangan memberikan data-data yang pribadi kepada orang yang baru saja kita kenal.
Referensi:
http://www.stopcyberbullying.org/what_is_bullying_exactly.html
http://www.msnbc.msn.com/id/25465548/